5 Fungsi Manifold Absolute Pressure, Jenis, dan Cara Kerja

Fungsi Manifold Absolute Pressure
(Fungsi Manifold Absolute Pressure, Jenis, dan Cara Kerjanya/ Ilustrasi: KlikSumbar.com)

KLIKSUMBAR.COM – Pernah denger fungsi Manifold Absolute Pressure (MAP) sensor? Ini loh, si kecil mungil yang punya peran penting buat mesin mobil lo.

Ga cuma soal ngukur tekanan udara, tapi fungsi MAP sensor juga bikin campuran udara dan bahan bakar di mesin lo itu pas banget.

Jadi, buat lo yang mau tahu lebih jauh tentang peran krusial MAP, nyok kita bahas bareng!

Dalam artikel ini, akan menjelajahi berbagai fungsi MAP, jenis-jenis sensor MAP, prinsip kerjanya, serta cara mengenali tanda-tanda kerusakan pada sensor ini.

Manifold Absolute Pressure Adalah?

Dilansir dari laman Utmel Electronic, MAP alias Manifold Absolute Pressure adalah alat yang mengukur tekanan udara di dalam intake manifold relatif terhadap tekanan atmosfer.

Fungsi komponen MAP ini penting banget lho, terutama buat mobil yang pake mesin injeksi tipe D-EFI. Jadi, sensor ini beda sama sensor MAF yang lo temuin di mobil L-EFI.

Jadi gini, sensor MAP itu kayak detektif yang ngukur tekanan udara di manifold intake. Kenapa penting? Soalnya, dari situ nih mesin bisa tau berapa banyak campuran bensin dan udara yang pas buat pembakaran optimal.

Jadi, kalo sensor MAP lo lagi error, bisa-bisa performa mesin mobil lo turun, boros bensin, sampe mesin ngelitik. Sementara itu, sensor MAF yang ada di mobil L-EFI, tugasnya ngukur volume udara yang masuk.

Beda cara kerja, tapi tujuannya sama. Yaitu, bikin campuran udara dan bensin di mesin jadi sempurna.

Ringkasnya, si MAP sensor ini kerjanya nggak langsung ngukur volume udara yang masuk. Namun, lewat cara yang lebih halus, gitu.

Dia ngukur tekanan vakum yang berubah-ubah tergantung gimana sih gas mobil lo dipijak. Trus, si MAP ini ngubah info tekanan itu jadi sinyal voltase yang bisa dibaca sama ECU.

5 Fungsi Manifold Absolute Pressure Sensor

fungsi manifold pressure sensor
(fungsi manifold pressure sensor)

Supaya lebih ringkas dan mudah dimengerti, inilah lima fungsi utama dari MAP Sensor untuk mobil ijeksi:

1. Raja Ukur Tekanan

Si MAP sensor ini kayak raja yang ngukur berapa banyak udara yang ‘berpesta’ di intake manifold. Jadi, dia bisa kasih tau ECU (Electronic Control Unit) kalo udara lagi banyak atau sedikit, tergantung gimana kondisi mesin mobil lo.

2. Detektif Kevakuman

Fungsi sensor MAP kedua bisa jadi detektif kevakuman. Dia jago mendeteksi kevakuman di intake manifold. Kalo throttle valve ketutup, kevakuman tinggi.

Begitu pedal gas diinjak, throttle valve kebuka, kevakuman jadi rendah. Si MAP sensor ini yang ngasih info tersebut ke ECU.

3. Penyelaras Injeksi Bahan Bakar

Nah, kegunaan sensor manifold absolute pressure juga punya tugas penting buat menyesuaikan berapa banyak bahan bakar yang perlu diinjeksi.

Ini berkat si silicon chip di dalamnya yang bisa berubah tahanannya sesuai tekanan udara. Jadi injeksi bahan bakar bisa tetap optimal.

4. Kurir Data Tekanan

Kerjanya nggak berhenti di situ, peran MAP sensor juga yang bertugas ngirim data tekanan udara dari intake manifold ke ECU. Ini supaya ECU bisa atur sistem injeksi bahan bakar dengan lebih akurat.

5. Pendukung Performa Mesin

Terakhir, MAP sensor ini juga bantu mesin mobil lo jadi lebih efisien dan responsif. Karena dia bisa ngatur campuran udara dan bahan bakar dengan tepat.

Selain itu, mesin jadi bisa kerja lebih baik, konsumsi bahan bakar lebih irit, dan emisi gas buang juga lebih bersih.

Jadi, tanpa sensor Manifold Absolute Pressure si kecil ini, mesin mobil lo bisa jadi kurang greget, Sob. Makanya, penting banget buat jaga kondisi si MAP sensor biar performa mobil lo tetap oke!

Jenis-jenis Manifold Absolute Pressure Sensor

Sensor MAP itu kerjanya ngubah tekanan di pipa masuk mesin jadi sinyal listrik yang ngepas.

Trus, sinyal listrik ini dipake oleh pengontrol elektronik mesin buat nentuin berapa lama injeksi bahan bakar yang dibutuhin dan atur sudut pengapian yang ideal. Keren, kan?

Nah, sensor tekanan ini ada berbagai macam bentuknya, loh. Bergantung pada gimana cara mereka ngasilin sinyal.

Sensor-sensor ini bisa dibagi jadi beberapa tipe, seperti piezoelektrik yang responsif terhadap tekanan, varistor semikonduktor yang sensitif sama perubahan resistansi.

Ada juga tipe kapasitif yang manfaatin perubahan kapasitansi, transformator diferensial yang ngukur perubahan tekanan melalui perubahan induktansi, dan yang terakhir, gelombang elastis permukaan yang pake getaran gelombang buat deteksi tekanan.

1. Sensor Varistor Semikonduktor

Sensor ini pakai efek piezoresistif dari semikonduktor buat ngubah tekanan jadi sinyal voltase.

Dengan menggunakan semikonduktor strain gauge yang dipasang di diafragma silikon dan terhubung ke Wheatstone bridge, sensor ini bisa ngasih output voltase yang sesuai dengan perubahan tekanan.

Keunggulannya? Punya linearity bagus, ukuran mungil, presisi tinggi, dan responsif.

2. Sensor Kapasitif

Tipe ini gunain diafragma yang membentuk elemen sensitif terhadap perubahan kapasitansi saat ada tekanan.

Ada dua cara buat ngukur perubahan kapasitansinya: tipe deteksi frekuensi dan tipe deteksi voltase. Keduanya mengubah perubahan kapasitansi karena tekanan jadi sinyal listrik.

Sensor kapasitif ini punya kelebihan karena nggak mengganggu aliran udara dan bisa dipasang fleksibel jauh dari pipa intake mesin.

Prinsip Cara Kerja Manifold Absolute Pressure Sensor

Sekarang, jelasin gimana sih cara kerja Manifold Absolute Pressure Sensor, atau yang biasa disebut sensor MAP.

Jadi, sensor ini tuh ngukur tekanan absolut di intake manifold, yang ada di belakang throttle. Sensor ini peka banget sama perubahan tekanan di manifold, yang berubah-ubah tergantung kecepatan mesin dan beban kerja mesin.

Terus, dia ngubah perubahan tekanan itu jadi sinyal tegangan, dan sinyal itu dikirim ke ECU, atau Engine Control Unit. ECU inilah yang nentuin berapa banyak bahan bakar yang harus diinjeksikan.

Ada banyak jenis sensor MAP, bro. Ada yang tipe varistor dan ada yang tipe kapasitif. Tapi, tipe varistor itu banyak dipilih karena responsnya cepet, akurasinya tinggi, ukurannya kecil, dan gampang dipasang. Makanya, tipe ini sering banget dipake di sistem injeksi tipe D.

Gimana sih hubungannya antara sensor MAP tipe varistor sama komputer mobil? Nah, bayangin ada R di gambar pertama yang nyambung ke komputer.

Trus, di gambar kedua lo bisa liat prinsip kerja sensor MAP tipe varistor. R ini sebenernya adalah resistansi strain R1, R2, R3, R4 yang ada di gambar kedua. Mereka ini ngebentuk jembatan Wheatstone dan nempel di diafragma silikon.

Ketika tekanan absolut di manifold beraksi, diafragma silikon ini bisa berubah bentuk, bro. Ini bikin nilai resistansi dari resistor R berubah juga.

Semakin tinggi tekanan di manifold, semakin besar deformasi diafragma silikon, dan semakin besar perubahan resistansi R.

Jadi, perubahan mekanis di diafragma silikon ini diubah jadi sinyal listrik. Kemudian dikuatkan sama sirkuit terintegrasi dan dikirim ke ECU.

Tanda-tanda Manifold Absolute Pressure Sensor Rusak

Bro sis, pernah ngerasain tiba-tiba mobil lo jadi boros bensin atau mesinnya kayak kehilangan tenaga? Bisa jadi itu tanda-tanda sensor MAP di mobil lo lagi bermasalah, nih.

Kalo sensor MAP rusak, ada beberapa gejala yang bakal lo rasain:

  1. Campuran udara dan bahan bakar jadi gak seimbang, bisa terlalu kaya (rich) atau terlalu miskin (lean).
  2. Mobil jadi suka naik-turun sendiri (surging), kayak lo lagi main roller coaster.
  3. Boros bensin banget, dompet lo bisa jadi kering.
  4. Mesin jadi kayak gak mau nurut, performanya menurun.
  5. Tenaga mesin turun, mobil jadi lemot.
  6. Mobil bisa tiba-tiba mati (stalling) saat lagi jalan.
  7. Mesin bisa misfire, alias gagal nyala, atau bahkan detonasi, yang bikin suara ngeden.

Nah, buat ngatasin masalah ini, lo bisa pake alat namanya DMM (Digital Multimeter) dan pompa vakum.

DMM bisa bantu lo cek output sinyal dari sensor MAP. sedangkan pompa vakum bisa bantu lo cek apakah sensor MAP responsif terhadap perubahan tekanan.

BACA JUGA: Crankshaft Adalah Poros Engkol, Ini Fungsi dan 7 Bagiannya

Kesimpulan

Sensor MAP adalah komponen krusial yang memantau tekanan udara di intake manifold dan menginformasikannya ke ECU untuk pengaturan injeksi bahan bakar yang optimal.

Ada dua jenis utama: varistor semikonduktor dan kapasitif. Masing-masing dengan kelebihan tersendiri.

Memahami fungsi manifold absolute pressure dan menjaga sensor MAP dalam kondisi baik sangat penting untuk kinerja mesin yang optimal. (***)

FAQs

Apa itu Sensor MAP?

Sensor MAP adalah sensor yang mengukur tekanan udara di intake manifold untuk membantu ECU mengatur injeksi bahan bakar.

Bagaimana Sensor MAP bekerja?

Sensor MAP mendeteksi tekanan di intake manifold dan mengubahnya menjadi sinyal voltase yang dikirim ke ECU.

Apa perbedaan antara sensor MAP varistor semikonduktor dan kapasitif?

Sensor varistor semikonduktor menggunakan efek piezoresistif, sementara sensor kapasitif berbasis perubahan kapasitansi diaphragm saat terkena tekanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *