klik Politik

Kampanye Adem Ayem, Untungkan Calon yang Start Awal

Klik- Padang,--- Masa Kampanye Pilkada 2020 hampir satu bulan berlangsung (26 Septetember), hingga hari ke 24, kampanye calon pemimpin di daerah masih adem ayem.

Ya, konsekuensi kampanye di tengah covid-19, tidak akan ada pengumpulan massa jumlah banyak, menghadirkan artis ibu kota atau apalah metode kampanye tatap muka yang lazim sebelum masa pandemi ini.

"Adem ayem, tidak ada eforia karena tak sesuai ketentuan kampanye di masa covid-19 pasti dibubarkan pihak kepolisian dan jika melanggar disikat Bawaslu,"ujar Pengamat Politik Yosmeri, Selasa 20/10 di Padang.

Kondisi jualan program dan visi dan misi Paslon pemimpin seperti ini tentu berdampak kepada pola dan merode mempengaruhi pemilih yang di Sumbar Daftar Pemilih Tetapnya lebih dari 3 juta orang.

Kata Yosmeri meski kampanye di masa pandemi dengan jumlah pasien positif covid-19 terus meledak di Sumbar, tentu ada kandidat pemimpin negeri yang diuntungkan.

"Pasti ada, yaitu calon yang juuh hari sudah begerak mendekati hati ke pemilih di Sumbar. Dan biasanya pemilih yang kesangsem kepada si calon otomatis menjadi strong voters,"ujar Yosmeri.

Sehingga itu wajar kalau calon kepala daerah dengan angka survey popularitas dan elektabilitas tinggi, model kampanye yang buat adem ayem Pilkada akan sulit dikejar calon lain mengejarnya.

"Saya optimis hasil survey calon dengan angka elektabilitas tinggi, hari pencoblosan dan penghitungan berjenjang nanti di Desember tinggal ketok palu saja,"ujar Yosmeri

Terus siapa calon yang diuntungkan dengan kondisi kampanye adem ayem saat ini.

"Hahaaaa nggak perlu disebutkanlah yang pasti sda lima sampai enam hasil survey terbaru sudah tahu, yaitu calon yang start nya jauh sebelum masa pencalonan," ujar Yosmeri.(***)

Admin :
Ray